Kira-Kira Apa Alasan Pogba Tak Dapat Menampilkan Skill Terbaiknya?

Posted by Ganas003 on Juli 23, 2019 in ,

Nama Paul Pogba kian meredup karena agresi magisnya ibarat di Juventus tidak nampak di Liga Inggris. Ketika diboyong dari Juventus untuk kembali ke rumahnya, Old Trafford, Pogba menjadi pemain bola termahal sejagad raya. Sebelum kesudahannya dikalahkan oleh Neymar beberapa tahun setelahnya. Oke Bung, coba kesampingkan Pogba sebagai pemain termahalnya, tetapi kita menelisik apa yang terjadi dengannya. Karena Pogba cenderung menurun performanya beberapa ekspresi dominan belakangan, selain itu pemain asal Perancis ini pun semakin dekat dengan dingklik cadangan.


Memang sempat ada rekaman CCTV yang menunjukkan Pogba dan Mourinho saling bersitegang ketika MU kalah melawan Tottenham 2-0. Namun, Mourinho menepis tuduhan bila ia dan Pogba berselisih. Alhasil perkiraan tersebut ibarat aroma masakan yang gres tercium apabila sudah matang. Karena pada tiga pertandingan berikutnya, Pogba menghuni dingklik cadangan. Mourinho mempercayakan posisi Pogba kepada gelandang muda Scott McTominay. Terus, kira-kira apa yang menciptakan skill Pogba tidak keluar ibarat ketika ia membela Juventus ya Bung?


Jawaban Pertama, Mungkin Karena Pogba Selalu Mengalami Cidera


Nama Paul Pogba kian meredup karena agresi magisnya ibarat di Juventus tidak nampak di Li Kira-kira Apa Alasan Pogba Tak Bisa Menampilkan Skill Terbaiknya?


Cedera memang menghantui setiap pemain sepak bola dan tidak menutup kemungkinan terjadi siapa saja. Pogba merupakan pemain yang cukup sering berkutat dengan cedera. Pada September tahun kemudian pun ketika melakoni partai Liga Champions menghadapi Basel, Pogba harus ditarik keluar menit ke-19 alasannya yaitu mengalami cedera di pergelangan kakinya. Cedera tersebut menciptakan Pogba harus bolos dari lapangan hijau hingga bulan November. Kemudian ketika sebelum dikalahkan Sevilla 2-1 di sangkar sendiri pada leg kedua Liga Champions.


Mourinho sempat gundah, karena belum sanggup memastikan apakah bisa menurunkan Pogba alasannya yaitu kembali dinyatakan cedera ketika sesi latihan ia bertabrakan dengan rekan satu timnya. Banyaknya rentetan cedera yang dialami Pogba menciptakan Mourinho mesti cari pengganti, pucuk di cinta ulam pun tiba, sang juru seni administrasi malah kepincut dengan penggantinya. Sedangkan Pogba, belum beranjak dan masih berusaha mengambarkan skill-nya.


Minimnya Kedisiplinan Menjadi Kelemahan Dari Paul Pogba


Nama Paul Pogba kian meredup karena agresi magisnya ibarat di Juventus tidak nampak di Li Kira-kira Apa Alasan Pogba Tak Bisa Menampilkan Skill Terbaiknya?


Pogba memang handal dalam soal urusan passing, selain itu Pogba juga mempunyai rating terbaik untul soal dribble ibarat dilansir whoscored.com. Sayang, memang tidak ada insan yang sempurna, begitu pula pemain bola. Pogba pun mempunyai kelemahan dalam sisi kedisplinan.


Apa lagi Mourinho sering menempatkannya sebagai gelandang jangkar dan Pogba diplot menjadi pelapis pertahanan, seharusnya posisi tersebut menjadi palang pintu awal sebelum penyerang lawan berhadapan dengan pemain bertahan. Tapi bila tidak disiplin bisa jadi menambahkan beban kepada pemain bertahan. Namun, Pogba tampaknya mempunyai naluri besar untuk menyerang, terbukti  ia sudah menciptakan 30 total chance created dari 19 performance berdasarkan Squawka.


Gagal Intersep Membuat Pogba Melakukan Pelanggaran Tanpa Beralasan


Nama Paul Pogba kian meredup karena agresi magisnya ibarat di Juventus tidak nampak di Li Kira-kira Apa Alasan Pogba Tak Bisa Menampilkan Skill Terbaiknya?


Kedisplinan Pogba memang menjadi kelemahan sehingga ia tak bisa tampil menawan. Selain itu pemain berkebangsaan Perancis ini juga kurang begitu handal dalam bertahan. Sehingga ketika diplot menjadi gelandang jangkar yang mempunyai kiprah bertahan, yang Pogba lakukan yaitu menciptakan pelanggaran.


Terhitung ia sudah mengoleksi 2 kartu kuning dan 1 kartu merah selama 19 kali penampilannya di ekspresi dominan ini berdasarkan Squawka. Intersep yang berhasil dilakukan pun hanya 17 kali, menciptakan Pogba menjadi pemain gelandang yang tidak berakal membaca alur serangan dan mencegah lewat pertahanan.


Pogba Adalah Seorang Kreator Andalan, Tetapi Kerap Disuruh Bertahan? Ada Apa Ya?


Nama Paul Pogba kian meredup karena agresi magisnya ibarat di Juventus tidak nampak di Li Kira-kira Apa Alasan Pogba Tak Bisa Menampilkan Skill Terbaiknya?


Pogba sejatinya yaitu gelandang serang yang mempunyai passing matang untuk dikonversikan menjadi sebuah gol. Sejauh ini Pogba telah menorehkan 9 assists, menjadi yang terbaik diantara pemain gelandang MU lainnya, macam Juan Mata, Henrikh Mkhitaryan, Jesse Lingard, dan Marouane Fellaini.


Tak bisa dipungkiri, Pogba yaitu gelandang yang menyerang, alasannya yaitu berdasarkan statistik, Pogba telah melaksanakan tembakan sebanyak 52 kali, 12 on target, dan 3 yang berhasil menjadi sebuah gol. Agresivitas yang ditonjolkan Pogba cukup trengginas, namun sayang posisi yang dimainkannya tidak tepat untuk mengukuhkannya sebagai kreator yang handal atau pun gelandang haus gol meskipun akurasinya hanya 23%.


Lantas Mengapa Mourinho Tetap Menaruh Pogba Sebagai Gelandang Jangkar?


Nama Paul Pogba kian meredup karena agresi magisnya ibarat di Juventus tidak nampak di Li Kira-kira Apa Alasan Pogba Tak Bisa Menampilkan Skill Terbaiknya?


Mourinho sebagai juru seni administrasi mempunyai segudang seni administrasi yang diterapkan dengan memanfaatkan para pemain yang dimiliki. Sama halnya ketika menerapkan deretan 4-2-3-1, di mana posisi dibelakang penyerang diisi oleh Jesse Lingard, McTominay dan Henrikh Mkhitaryan. Kepercayaan Mourinho kepada ketiga pemain tersebut ibarat sebuah bagan seni administrasi yang diinginkannya. Sebagai instruktur yang pragmatis, Mourinho tidak peduli apa pun kecuali kemenangan. Mungkin saja, Pogba yang diplot sebagai pemain jangkar diperlukan sanggup membantu menawarkan kemenangan tanpa memperdulikan nyaman atau tidaknya posisi yang dimainkan dan diperankan.


“Saya tidak menawarkan kepercayaan begitu saja, justru seharusnya terbalik.” ujar Mourinho ibarat dikutip dari The Guardian. “Saya rasa ini bukan perihal manajer memercayai pemain, tetapi pemain yang berusaha menciptakan manajernya bisa percaya, sesederhana itu. Karena terkadang para manajer sudah menawarkan segalanya pada pemain tapi para pemain tidak menawarkan apa-apa.” lanjutnya, ibarat dilansir dari panditfootball.