Mengatur Keuangan Selepas Pesta Penikahan, Perlu Demi Kehidupan Yang Aman

Posted by Ganas003 on Agustus 30, 2019 in ,

Selepas menikah, ada banyak pengeluaran yang mesti bung kucurkan. Mulai dari biaya pendidikan anak, biaya sehari-hari, hingga hal yang tidak terduga. Kalau bung tidak bijak dalam mengatur alur keuangan, sanggup fatal akibatnya.


Umumnya diidentikkan pada kaum perempuan, tapi bung juga tak boleh lepas tangan. Sebagaimana janji ijab kabul yang sudah disebutkan ketika akad. Kita juga bertanggung jawab untuk kelangsungan hidup berdua, dan salah satunya ihwal prahara keuangan keluarga.


Menjalani ini terperinci tidak mudah,apalagi kalau sumber pendapatan belum seberapa. Tapi kalau bung sanggup mengaturnya dengan baik, semuanya niscaya berjalan dengan aman. Satu hal yang perlu bung ingat, bung harus sanggup menahan hawa nafsu untuk membeli sesuatu, dari pada nanti sanggup tragedi ini dan itu.


Makanan Diluar Memang Kerap Terlihat Lebih Nikmat, Tapi Masakan Istri Jauh Lebih Berarti


 ada banyak pengeluaran yang mesti bung kucurkan Mengatur Keuangan Selepas Pesta Penikahan, Perlu Demi Kehidupan yang Aman


 


Godaan santapan di luar memang menarik hati dan menarik hati selera. Jajanan masakan pinggir jalan atau pun di restoran, mengatakan hidangan yang mapan. Kaprikornus masuk akal saja kalau banyak keluarga yang akhirnya menyempatkan bersantap di luar. Namun kalau hal itu sering dilakukan akan menciptakan keuangan tak sepadan bung. Lebih baik bung makan di rumah menunggu hidangan dari sang istri tercinta.


Terlalu banyak jajan di luar tidak manis bung untuk urusan mengatur keuangan. Tanpa perlu dijelaskan, bung niscaya tahu berapa banyak  kocek yang harus keluar hanya untuk makan malam kalau direstoran. Untuk menghemat lebih baik bung sepulang bekerja pribadi ke rumah, dan makan bersama keluarga. Itu merupakan sesuatu hal yang tak ternilai harganya.


Menabunglah Secara Terpisah Sehingga Impian Mu Sah


 ada banyak pengeluaran yang mesti bung kucurkan Mengatur Keuangan Selepas Pesta Penikahan, Perlu Demi Kehidupan yang Aman


Bung jangan beranggapan bahwa ketika menikah tidak sanggup bersenang-senang lagi dengan membeli barang menyerupai mobil, motor atau travelling. Karena biaya kehidupan sehabis menikah memang makin lama, makin tinggi. Hal itu tidak sanggup disanggah sebab memang benar adanya. Namun, kalau tidak sanggup bersenang-senang lagi rasanya sih tidak juga bung. Tetapi cara bersenang-senang harus disiasati dengan menabung bersama dengan istri.


Bukan hanya sekedar menabung memasukan uang ke dalam celengan. Tidak seremeh-temeh itu, namun bung harus menyiapkan beberapa pos tabungan. Dengan memilah-milah tabungan tersebut, menyerupai ada tabungan untuk rumah, untuk pendidikan,untuk masa depan, untuk jalan-jalan hingga kendaraan beroda empat impian. Dengan melewati proses menyerupai ini niscaya keuangan rumah tangga tidak akan runyam


Bung Mesti Paham Skala Prioritas Biar Pemakaian Uang Ada Batas


 ada banyak pengeluaran yang mesti bung kucurkan Mengatur Keuangan Selepas Pesta Penikahan, Perlu Demi Kehidupan yang Aman


 


Ketika bung sudah berkeluarga, harus mempunyai skala prioritas untuk mengeluarkan uang untuk apa yang lebih dulu. Dimulai dengan hal-hal yang menjadi menjadi prioritas, menyerupai kebutuhan, gres sehabis itu ihwal keiginan yang bung atau keluarga inginkan. Karena mengutamakan kebutuhan lebih baik biar perjalanan hidup tetap stabil bung.


Dengan menggunakan sistem skala prioritas pengeluaran tiap bulanan bahkan tahunan. Akan memudahkan bung dalam mengatur keuangan, sehingga tak ada kasus atau cacat perhitungan di buku keuangan. Menikah memang merubah segalanya, termaksud urusan mengelola keungan yang bung punya.


Kalau Terasa Kurang, Bung Bisa Coba Menambah Pendapatan Lewat Bekerja Sambilan


 ada banyak pengeluaran yang mesti bung kucurkan Mengatur Keuangan Selepas Pesta Penikahan, Perlu Demi Kehidupan yang Aman


Kalau bung merasa pendapatan bulanan masih kurang. Sehingga memikirkan untuk mencari pemasukan tambahan. Mungkin bung sanggup melaksanakan pekerjaan sambilan atau membuka sebuah usaha. Dengan itu bung sanggup menambal pengeluaran yang mungkin mulai membebani sanubari.


Karena tak sanggup dipungkiri bung, biaya rumah tangga memang setiap tahunnya makin naik. Terutama harga materi pokok yang bikin mata melotot. Dari pada bung tetap bersikukuh untuk memaksimalkan dari satu bidang pekerjaan, rasanya terlalu krusial bukan?


Karena Tuhan Punya Kuasa Soal Rezeki Bung


 ada banyak pengeluaran yang mesti bung kucurkan Mengatur Keuangan Selepas Pesta Penikahan, Perlu Demi Kehidupan yang Aman


Apabila ada seorang kerabat bung yang berkata “Karena menikah membuka pintu rezeki”, mungkin kurang sanggup dipercaya secara sistematis. Bahkan secara logika pun, sangat berlawanan sebab dari mana asal muasal sanggup membuka pintu rezeki, padahal lebih realistis kalau mengeluarkan lebih banyak pengeluaran. Tapi ternyata ada kehendak Tuhan yang ikut campur bung.


Secara tidak pribadi Tuhan membuka pintu rezeki lewat sebuah program ijab kabul yang kultus. Karena bagi sebagian agama, bahwa ijab kabul ialah proses ibadah. Dan secara awam bung niscaya paham, bahwa Tuhan lah yang mengatur rezeki.