Di Mana-Mana Pengusaha Tetap Lebih Kaya Dari Pemain Bola, Mungkin Begitulah Kata Mathieu Flamini

Posted by Ganas003 on September 27, 2019 in

Lapangan hijau memang tak bisa menjamin kesejahteraan bagi setiap pemainnya, kesannya mungkin hal ini pula yang menciptakan Mathieu Flamini mulai merangkap menjadi pengusaha. Memang, secara dominan para pemain bola yang telah memutuskan gantung sepatu niscaya menjadi pelatih, analis, atau membangun perguruan sepak bola lewat ketenaran namanya. Hal itu lumrah, bahkan kesuksesan bisa berjalan senada dari lapangan hijau hingga ke sisi kursi instruktur ibarat apa yang dilakukan Carlo Ancelotti, Pep Guardiola, bahkan Zinedine Zidane.


Namun, memutuskan untuk pindah ke jalur lain bekerjsama bukanlah hal mudah. Tetapi pertimbangan matang tentunya sudah mendasari keputusan pemain yang pernah berseragam Arsenal dan AC Milan ini. Dan dengan salah satu rekannya pun mendirikan suatu perusahaan biokimia. Lewat perusahaan ini mengantarkan beliau menjadi pesepak bola terkaya, bahkan mengalahkan salah satu putra Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam yakni Faiq Bolkiah yang sekarang bermain di tim reserved Leicester City.


Merahasiakan Status Dalam Perusahaan, Entah Apa Alasan yang Diembannya


Lapangan hijau memang tak bisa menjamin kesejahteraan bagi setiap pemainnya Di Mana-mana Pengusaha Tetap Lebih Kaya Dari Pemain Bola, Mungkin Begitulah Kata Mathieu Flamini


Usut punya usut Bung, ternyata Flamini merancakan perusahan biokimia semasa beliau masih berseragam AC Milan, tepatnya di tahun 2008. Perusahaan yang berjulukan GF Biochemicals, merupakan perusahaan yang didirikannya. Tetapi entah apa alasannya, beliau pun merahasiakan statusnya sebagai co-founder perusahaan biokimia tersebut. Perusahaan yang secara terang memproduksi biokimia berjulukan levulinic acid (LA), materi kimia yang berdasarkan US Department of Energy, merupakan satu dari 12 molekul yang sanggup mengakibatkan bumi lebih hijau. Mungkin saja beliau tidak ingin terganggu kualitas permainannya di lapangan terkait pertanyaan dari wartawan.


GF Biochemicals Adalah Singkatan Dari Nama Flamini Dengan Partner-nya


Lapangan hijau memang tak bisa menjamin kesejahteraan bagi setiap pemainnya Di Mana-mana Pengusaha Tetap Lebih Kaya Dari Pemain Bola, Mungkin Begitulah Kata Mathieu Flamini


Tanpa ada rekannya yang berjulukan Pasquale Granata mungkin kita tak akan pernah mendengar soal GF Biochemicals Bung. Didirikan di Italia, GF merupakan abreviasi dari nama Granata-Flamini. Flamini pun menyampaikan bila rekannya itu memang mempunyai ketertarikan terhadap perubahan iklim atau dalam artian peduli. Sehingga beliau ingin menawarkan sesuatu kepada bumi tercinta ini ibarat yang dikatakannya kepada BBC. Prosesnya pun cukup panjang, otomatis untuk menggerakkan perusahaan di bidang biokimia, Flamini dan Granata harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan seorang ilmuwan sebelum menyebarkan LA.


Lantas, Apakah LA Itu Sendiri?


Lapangan hijau memang tak bisa menjamin kesejahteraan bagi setiap pemainnya Di Mana-mana Pengusaha Tetap Lebih Kaya Dari Pemain Bola, Mungkin Begitulah Kata Mathieu Flamini


LA bukanlah abreviasi dari Los Angeles Bung. LA merupakan biokimia yang dikembangkan oleh perusahaan Flamini. LA diciptakan dari biomassa ibarat kayu atau rumput yang sanggup dipakai pada plastik, pelarut hingga materi bakar. LA sendiri akan sangat berkhasiat dalam industri farmasi sebagai pengganti minyak dan segala macam bentuknya. Kalau lebih lanjut lagi Flamini menyebutkan bila LA bakal membantu mengurangi karbon dioksida. Karena asam ini yang terkandung dalam LA sama persis ibarat minyak. Bahkan sanggup menjadi pengganti minyak.


Kekayaan Flamini Dari Perusahaan Biokimia Mampu Mengalahkan Torehan Ronaldo Dan Messi Secara Cuma-cuma


Lapangan hijau memang tak bisa menjamin kesejahteraan bagi setiap pemainnya Di Mana-mana Pengusaha Tetap Lebih Kaya Dari Pemain Bola, Mungkin Begitulah Kata Mathieu Flamini


Atas dedikasinya terhadap perubahan iklim dan lingkungan, ternyata terdapat sejumlah harta mencengangkan yang berhasil diperolehnya. Dilansir dari majalah ternama, Forbes, kekayaan dari Mathieu Flamini membuatnya menjadi pemain sepak bola terkaya di dunia mencapai Rp 206,3 triliun. Karena hingga detik ini Flamini masih tercatat pemain Getafe. Bahkan kekayaan tersebut melampaui dua pemain terbaik sejagat raya, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Jumlah kekayaan dari kedua pemain tersebut Rp 8,4 triliun dan Rp 3,1 triluin. Jelas kalah jauh kan Bung?


Tidak Hanya Flamini, Ternyata Asamoah Gyan Juga Terjun jadi Pengusaha Mengikuti Jejaknya


Lapangan hijau memang tak bisa menjamin kesejahteraan bagi setiap pemainnya Di Mana-mana Pengusaha Tetap Lebih Kaya Dari Pemain Bola, Mungkin Begitulah Kata Mathieu Flamini

Asamoah Gyan celebrating after scoring a goal during the ACQ at the Accra Sports Stadium in Accra, Ghana© Christian Thompson/Backpagepix


Salah satu pemain yang sanggup dibilang juga anti mainstream adalah Asamoah Gyan. Beberapa bisnis mulai dari transportasi, air minum kemasan, hingga real estate pun dijalani olehnya. Dilansir dari Business Insiders, Gyan pun mempunyai investasi di bidang musik tepatnya pada grub grup band berjulukan Asa band. Selain itu, Gyan juga merupakan promotor tinju sekaligus pemilik plaza berjulukan Baby Jet Plaza. Sayangnya dari sekian perjuangan yang dijalaninya, belum ada data yang menyebutkan berapa jumlah kekayaannya. Kalau ada, apakah bakal menyaingi Flamini? Kira-kira bagaimana Bung?