Masa Boleh Silih Berganti, Namun Jenggot Tetap Mempunyai Arti Dan Juga Trendy

Posted by Ganas003 on September 23, 2019 in

Dari dulu jenggot memang sudah menjadi tren atau identitas laki-laki. Tak sanggup dipungkiri, jenggot memang menjadi daya tarik dimata kaum hawa. Lantaran menambahkan kesan macho dan meningkatkan nilai tampan dari seorang laki-laki, apa lagi banyaknya public figure yang mempunyai jenggot jadi menginspirasi banyak pria di luar sana untuk menumbuhkannya. Ditambah, banyaknya krim penumbuh jenggot menjadi tanggapan atas pria yang memang tak ada hormon atau talenta untuk tumbuh bulu di wajah.


Jenggot ternyata kolam sebuah fashion yang terus berputar dari masa ke masa. Dikutip dari The Telegraph, pada zaman Mesir Kuno pria di abad tersebut kerap menggunakan jenggot palsu guna kepentingan seremonial, menyerupai yang dilakukan para pendeta. Tak alami, jenggot palsu itu pun berbentuk mancung dan lancip. Penggunaan jenggot palsu juga membuktikan bahwa mereka yaitu pengikut Dewa Osiris. Kemudian di British Museum, London, terdapat peti mumi berukuran kecil berisikan bawah umur yang berjenggot menyerupai dilansir dari Tirto.id


Tumbuhnya Jenggot Bukan Sekedar Penampilan, Melainkan Menjadi Identitas Kehormatan Dan Kebijaksanaan


Dari dulu jenggot memang sudah menjadi tren atau identitas laki Masa Boleh Silih Berganti, Namun Jenggot Tetap Memiliki Arti Dan Juga Trendy


Pada masa Yunani Kuno, jikalau hingga dipotong jenggotnya, itu merupakan suatu eksekusi karena jenggot dipandang sebagai tanda kehormatan. Mungkin sama halnya menyerupai sekarang, apabila seorang pria dipelontos jikalau berbuat hal yang negatif, menyerupai beberapa dewasa yang terjaring balapan liar.


Tak hanya di Yunani, namun di Turki dan India, jenggot panjang menjadi lambang kecerdikan dan martabat yang tinggi. Makara tak heran, apabila ada orang yang bahagia memanjangkan jenggotnya mungkin juga terkait budaya yang terikat di luar sana. Bahkan orang-orang pada masa Mesopotamia bahagia merawat jenggotnya dengan mengoleskan minyak, dikeriting, hingga dicat bewarna hitam.


Bangsa Viking Menjadi Representasi Skandinavia Dalam Hal Berjenggot Lho


Dari dulu jenggot memang sudah menjadi tren atau identitas laki Masa Boleh Silih Berganti, Namun Jenggot Tetap Memiliki Arti Dan Juga Trendy


Kalau di Yunani jenggot dipandang sebagai bentuk kehormatan, hal ini justru berbeda dengan yang terjadi di daratan Skandinavia. Lantaran mempunyai jenggot diidentikan sebagai kelompok masyarakat Viking. Viking merupakan kelompok masyarakat yang mempunyai jenggot tebal, meskipun banyak stereotip jelek wacana Viking dan soal perawatan rambut terutama jenggot. Ternyata ada bukti sejarah gres yang ditemukan.


Menurut Louise Kæmpe Henriksen, kurator di Viking Ship Museum di Roskilde, Denmark, penggambaran masyarakat Viking sebagai petarung yang bengis tak pernah merawat badan yaitu sebuah kesalahan. Ia menyampaikan bahwa ada bukti-bukti sejarah kalau Viking merawat jenggot dan rambutnya. Bukti sejarah tersebut ditemukan pertama di kawasan Norwegia di mana terdapat gesekan kepala pria Viking.


Tak Hanya Sebagai Identitas Kepribadian Saja, Namun Juga Sebagai Fashion Musiman


Dari dulu jenggot memang sudah menjadi tren atau identitas laki Masa Boleh Silih Berganti, Namun Jenggot Tetap Memiliki Arti Dan Juga Trendy


Beberapa dekade dari kultus sebuah jenggot yang dianggap sebagai lambang kehormatan dan kebijaksanaan, terjadi pergeseran makna, dimana jenggot dipandang sebagai sebuah fashion. Pada tahun 1940-1950, tren pria berjenggot kembali muncul dengan gaya goatee menyerupai dilansir Tirto. Gaya ini membiarkan jenggot menyisir kawasan dagu, popularitas tren tersebut muncul terkait penampilan-penampilan musisi jazz dekade 40-an, menyerupai Dizzy Gillespie.


10 tahun bergeser ke tahun 1960-an jenggot mulai dilambangkan sebagai perilaku kreativitas dan membangkang. Tidak hanya jenggot rapi saja yang digandrungi di masa itu. Tetapi jenggot yang tumbuh liar menjadi pilihan. Karena banyak pria yang menumbuhkan jenggot merupakan penulis, pembuat film, dan kelompok revolusioner. Unsur musik mempunyai pengaruh, menyerupai Jazz yang mulai bergeser ke arah rock dengan munculnya The Beatles dan Bee Gees.


Jenggot Memancing Hasrat Si Nona Untuk Berkenalan Dengan Bung


Dari dulu jenggot memang sudah menjadi tren atau identitas laki Masa Boleh Silih Berganti, Namun Jenggot Tetap Memiliki Arti Dan Juga Trendy


Alasan pria menumbuhkan jenggot otomatis untuk mendongkrak paras supaya lebih rupawan di mata perempuan. Karena banyaknya public figure yang mempunyai jenggot kerap jadi idola perempuan menyerupai vokalis Maroon 5, Adam Levine, menciptakan pria yang berjenggot kerap memenangkan kompetisi demi merebut hati si nona. Anggapan ini bukan lah omong kosong atau kebetulan saja. Temuan studi pada tahun 2015 yang berjudul Archives of Sexual Behaviour, mengatakan kalau perempuan mengganggap pria berjenggot lebih atraktif dari pria yang bercukur bersih.


Si Nona Tak Ingin Jenggot Didominasi Oleh Bung Saja, Tetapi Kaum Hawa Merasa Ada Hak Untuk Menumbuhkannya


Dari dulu jenggot memang sudah menjadi tren atau identitas laki Masa Boleh Silih Berganti, Namun Jenggot Tetap Memiliki Arti Dan Juga Trendy


Persoalan jenggot memang bersahabat dengan laki-laki, namun tidak hanya pria saja yang tertarik menumbuhkan bulu di rambut tersebut. Akan tetapi sebuah goresan pena yang dimuat Texas Monthly menceritakan perempuan-perempuan Amerika Serikat yang menumbuhkan jenggot. Amber Moore, perempuan 44 tahun dari South Austin yang sudah mempunyai ketertarikan dalam dirinya untuk mempunyai jenggot semenjak umur 5 tahun.


Di tahun 2007 terdapat sebuah komunitas berjulukan Austin Facial Hair Club yang mana tidak ditujukan kepada pria saja. Tetapi perempuan yang serupa dengan Amber Moore sanggup ikut bergabung. Salah satu subkelompok Austin Facial Hair Club berjulukan Whiskerina, yang menjadi tempat Moore dan beberapa perempuan lain yang ingin menumbuhkan jenggot atau sekedar rambut di wajah. Sekaligus menentang dominasi jenggot oleh laki-laki.