Celetukan Menggelitik Ini Akan Segera Menghampiri Bung Ketika Lembur Tanpa Henti

Posted by Ganas003 on Oktober 09, 2019 in , ,

Pergi pagi pulang dini hari, mungkin menjadi satu kalimat yang sempurna ditujukan kepada Bung yang selalu lembur demi menuntaskan pekerjaan. Pekerjaan yang selalu menyita waktu, bahkan dari senin hingga ujung final pekan. Bung pun ibarat tak punya waktu untuk mencicipi kedamaian hari selepas pulang kerja yang sanggup bercanda dengan istri, atau pun menikmati secangkir kopi sembari duduk manis diantara bebunyian lagu dari piringan hitam.


“Oh indahnya!” menjadi kalimat yang sanggup Bung ucapkan dikala jadi saksi mata rekan sejawat tengah bergegas pulang, dikala laptop dan tetek bengeknya sudah dibungkus rapi oleh ransel. Sedangkan Bung masih saja berkutat dengan pekerjaan, serasa tidak ada waktu untuk menikmati indahnya setiap pekan. Melihat betapa giatnya Bung, tentu saja teman dan rekan kerja sering meledek dengan kalimat-kalimat sarkas yang terkadang memang positif dan juga menohok perasaan Bung.


Ketika Sedang Asyik Kerja Lembur, Ada Yang Meledek Tentang Kesehatan


 mungkin menjadi satu kalimat yang sempurna ditujukan kepada Bung yang selalu lembur demi men Celetukan Menggelitik Ini Akan Segera Menghampiri Bung Saat Lembur Tanpa Henti


“Lembur mululu, jaga kesehatanmu ya Mas!”


Asyik nggak asyik yang namanya kiprah harus dikerjakan, sama halnya ketika bos secara tenang menawarkan jatah lembur dikala waktu sudah menyampaikan pulang. Atas nama pengabdian tinggi, Bung coba menikmati setiap lika-liku pekerjaan yang diberikan tanpa mengeluh sama sekali.


Maka tak heran, bila ada salah satu rekan yang menceletuk soal kesehatan. Menurut penelitian yang diungkap American Journal of Epidemiology pada 2012, orang yang bekerja lebih dari 40 jam seminggu beresiko serangan jantung dan stroke. Bisa jadi, celetukan tersebut sekaligus bukti bila rekan sekantor Bung masih baik untuk mengingatkan biar tidak memforsir tenaga berlebihan.


Dianggap Memiliki Banyak Uang Karena Bung Selalu Menyabet Jatah Lemburan


 mungkin menjadi satu kalimat yang sempurna ditujukan kepada Bung yang selalu lembur demi men Celetukan Menggelitik Ini Akan Segera Menghampiri Bung Saat Lembur Tanpa Henti


“Pasti duit Bung tak berseri, bahkan mungkin sekarang sudah bermetamorfosis jadi filantrofis,”.


Seiring lembur yang Bung jalani, tentu saja anggapan “budak korporat” sangat menempel manis di telinga. Belum lagi Bung yang selalu menolak permintaan teman dengan alasan lembur dadakan. Langsung didakwa teman sebagai orang yang banyak uang. Karena kerja overtime biasanya mempunyai perhiasan uang. Namun, itu tidak mengambarkan Bung banyak uang juga kan? Apabila teman Bung melihat saldo tabungan, niscaya beliau akan lompat dari gedung tertinggi alasannya yaitu melihat nominal saldo yang diluar ekspetasinya.


Bung Pasti Menjadi Karyawan Terbaik Perusahaan Karena Dedikasi Yang Sangat Tinggi Dan Diagungkan, Sindirnya


 mungkin menjadi satu kalimat yang sempurna ditujukan kepada Bung yang selalu lembur demi men Celetukan Menggelitik Ini Akan Segera Menghampiri Bung Saat Lembur Tanpa Henti


“Pasti kantor berhutang besar dengan pengabdian Bung, dan besar hati punya karyawan ibarat Bung,”


Setiap pekan niscaya ada saja jatah lembur yang Bung dapatkan. 1 hingga 2 hari, selalu bekerja semalaman hingga Bung diberikan tepuk tangan oleh beberapa teman alasannya yaitu pengabdian yang sanggup dipertanggungjawabkan.


Namun hal itu, itu tidak sepenuhnya dikatakan sebagai bentuk pujian, namun sindiran secara halus lho. Bung pun menangkapnya dikala melihat geliat bibir dan gestur yang tidak menunjukkanya sedang kagum dan melontarkan pujian. Mungkin saja teman berbicara ibarat itu biar Bung paham bahwa pekerjaan tak selalu menjadi segalanya.


Ketika Bung Sedang Tidak Lembur Justru Dianggap Sebagai Kejanggalan


 mungkin menjadi satu kalimat yang sempurna ditujukan kepada Bung yang selalu lembur demi men Celetukan Menggelitik Ini Akan Segera Menghampiri Bung Saat Lembur Tanpa Henti


“Lah, tumben nggak lembur, kau sakit? Apa udah resign?”


Dari satu bulan yang tersedia lewat empat pekannya yaitu sekitar satu pekan Bung terbebas dari yang namanya lembur. Ketika lembur menghilang dari aktivitas kehidupan Bung, cobalah Bung manfaatkan untuk bermain dengan beberapa mitra atau bertemu pasangan. Namun ketika Bung mengajak, justru mereka menganggap janggal dengan segala keanehan. Hal itu yang menciptakan Bung bertanya dalam diri, apakah hidupku bakal tergerus kiprah kantor sedari dini?


Si Nona Pun Juga Ikut-ikutan Mempertanyakan Status Bung Dalam Pekerjaan


 mungkin menjadi satu kalimat yang sempurna ditujukan kepada Bung yang selalu lembur demi men Celetukan Menggelitik Ini Akan Segera Menghampiri Bung Saat Lembur Tanpa Henti


Pelik. Apa lagi pasangan yang kerap dicuekin alasannya yaitu pekerjaan, kemudian jarang bertatap muka alasannya yaitu rumitnya waktu Bung yang  selalu lembur setiap final pekan. Hingga ia mempertanyakan soal status berpacaran, “Kamu itu pacarnya bos atau saya sih?”. Saat si nona memanjarakan indera pendengaran Bung lewat kata-katanya, Bung hanya mendengarkannya dan berintrospeksi diri seraya berujar, “Apakah saya juga tak mencicipi jikalau waktuku telah diperkosa oleh pekerjaan begitu lama?”