Jungkir Balik Bung Yang Mempunyai Honor Rendah, Namun Mesti Bertarung Untuk Pengeluaran Di Rumah

Posted by Ganas003 on Oktober 01, 2019 in ,

Perjuangan untuk hidup memang ada saja lika-likunya, salah satunya kerja hingga pontang-panting tapi honor tak sebanding, karena nominalnya kecil. Rasanya fisik sudah terkuras habis setiap bulan demi bekerja, tetapi honor hanya numpang lewat begitu saja. Tak adil memang rasanya, tapi mau bagaimana Bung. Kalau ukuran honor diukur dari besarnya kekuatan, mungkin kuli bangunanlah yang paling kaya kan? Tapi tidak semuanya selaras menyerupai itu kan? Alhasil Bung pun menjalaninya dan tetap mensyukuri apa yang sudah diberkati.


Demi menghidupi diri setiap hari, rasanya bekerja lebih sulit dari pada menyayangi kekasih. Bung pun merasakan bingung gulana, apalagi orangtua di rumah yang sudah pensiun lama, ingin merasakan jerih payah buah hati yang sudah dibesarkannya. Meskipun hanya sebatas meringankan beban di rumah, menyerupai membayar listrik, hingga belanja untuk makan saja. Untuk menuruti hasrat sekaligus sebagai proses berbakti, Bung rela melaksanakan semua hal, yang terpenting ialah orangtua tersenyum setiap hari.


Rekan Kerja Lain Menikmati Ademnya AC Transportasi Umum, Sedangkan Bung Harus Berdesak-desakan di Tengah Kemacetan Dengan Roda Dua Di Tangan


Perjuangan untuk hidup memang ada saja lika Jungkir Balik Bung yang Memiliki Gaji Rendah, namun Mesti Bertarung untuk Pengeluaran di Rumah


Memang yummy rasanya ketika menikmati akomodasi transportasi yang lengkap dengan AC dan nyamannya kursi. Di jalan pun, hanya tinggal duduk manis, sembari menunggu sang supir yang lihai menghindari kemacetan lewat jalan beban hambatan. Sampai kantor pun, kualitas penampilan masih terjaga rapi. Sedangkan Bung, demi meminimalisir keuangan, roda dua pun menjadi pilihan.


Setiap pagi Bung rela membawa baju ganti, alasannya panasnya suasana sekaligus macetnya jalanan selalu menciptakan Bung berkeringat. Konsentrasi kerja pun terkadang terganggu alasannya emosi setiap pengendara di jalan, eolah-olah kesabarannya telah ikut menguap. Tetapi itu tetap Bung lakukan, demi menjaga kondisi keuangan.


Demi Menyingkat Waktu dan Perjalanan, Rela Tidur Di Kontrakan Teman


Perjuangan untuk hidup memang ada saja lika Jungkir Balik Bung yang Memiliki Gaji Rendah, namun Mesti Bertarung untuk Pengeluaran di Rumah


Perjalanan dari rumah ke kantor terkadang memakan waktu berjam-jam. Seketika dikala pulang, harus pribadi tidur, pantang untuk menikmati malam. Lantaran, pagi-pagi buta sudah harus terjaga dan sarapan, alasannya perjalanan dari rumah ke kantor rentan hambatan. Alhasil, Bung pun harus rela tidur di kontrakan sahabat demi menyingkat waktu. Selain itu, menghemat biaya juga menjadi suatu alasan kenapa Bung rela menumpang, meskipun terkadang terpikirkan apakah diri ini menjadi beban bagi sahabat atau tidak? Ya kan? Namun itu semua rela dilakukan asalkan kondisi rumah sanggup terjaga dengan kondusif untuk urusan keuangan.


Bosan Melanda, Namun Tetap Harus di Rumah Saja Untuk Menghilangkannya. Karena Nongkrong di Luar Terlalu Makan Biaya


Perjuangan untuk hidup memang ada saja lika Jungkir Balik Bung yang Memiliki Gaji Rendah, namun Mesti Bertarung untuk Pengeluaran di Rumah


Di kala simpulan pekan biasanya Bung merasakan kebosanan, namun mau bagaimana? Dikala ingin keluar untuk nongkrong pun uang tak ada. Karena biaya buat hidup sudah mentok dan pas-pasan. Alhasil Bung coba mencari-cara kesibukan lain untuk mengatasi kebosanan. Salah satunya coba melaksanakan maraton film, meskipun awalnya segan. Tetapi kalau sudah biasa dilakukan niscaya juga menyenangkan. Daripada Bung memaksakan keluar, sanggup jadi di simpulan bulan nanti bakal kelimpungan alasannya ibu di rumah minta uang tambahan.


Tidak Ada Waktu Istirahat, Semua Waktu Luang Dipakai Untuk Pekerjaan Sampingan Sampai Bisnis Online


Perjuangan untuk hidup memang ada saja lika Jungkir Balik Bung yang Memiliki Gaji Rendah, namun Mesti Bertarung untuk Pengeluaran di Rumah


Waktu istirahat rasanya tak sepenuhnya sanggup digunakan untuk bersantai. Bung selalu memutar otak untuk mencari cara mendapat penghasilan tambahan, balasannya simpulan pekan pun disulap untuk menambal keuangan. Melakoni pekerjaan sampingan, hingga bisnis online pun Bung jalankan. Semua rela dan lapang dada dilakukan, yang penting dapur tetap ngebul tanpa ada halangan. Pundi-pundi uang berdatangan secara berbarengan, sehingga Bung mempunyai formula andalan, yang tetap menjalankan sampingan tanpa melupakan pekerjaan utama. Ya, namanya rezeki memang berpangkal dari usaha Bung.


Waktu Main-main Sudah Puas Dijalani Semasa Kuliah, Sekarang Saatnya Serius Dengan Bergairah!


Perjuangan untuk hidup memang ada saja lika Jungkir Balik Bung yang Memiliki Gaji Rendah, namun Mesti Bertarung untuk Pengeluaran di Rumah


Seketika teman-teman pun merasa kasihan dengan Bung yang selalu mencari uang selama satu pekan full. Mereka pun mengkhawatirkan kalau Bung berada dalam tekanan. Dengan santai Bung bilang, “Kalau kini saatnya mencari kesuksesan, bukan lagi bersenang-senang”. Toh, jikalau Bung terluka sekarang, niscaya bakal sembuh kemudian. Dengan artian, Bung sanggup menikmati setiap jerih payah yang sudah dirasakan kini dan bakal memetik nantinya. Jangan takut tidak ada waktu untuk bersenang-senang, alasannya masa itu niscaya bakal datang. Bung tinggal tunggu saja dan menikmatinya.