Menyandang Darah Durjana Di Sepak Bola

Posted by Ganas003 on Oktober 13, 2019 in

Disegani di lapangan hijau, tentu biasa saja bagi seorang pesepak bola. Akan tetapi bagaimana bila disegani oleh ultras ganas macam ultras genoa? Mungkin Giussepe Sculli dapat menjawabnya Bung. Pemain yang sempat digadang-gadang sebagai wonderkid lini depan Italia ini ternyata mempunyai darah cecunguk dalam tubuhnya. Kaprikornus masuk akal saja ketika ia membela Genoa, para ultras takut kepadanya. Kakek Sculli ialah Giuseppe Morabito, salah satu cecunguk di Italia yang jadi buron semenjak tahun 1992 dan tertangkap pada 1994.


Untuk tahu awal mula terkuaknya Sculli mempunyai darah mafia, Bung harus kilas balik lebih jauh ke tahun 2012 ketika Genoa kalah 0-4  dari Siena, dimana pertandingan gres berjalan satu babak saja. Para ultras Genoa yang murka, eksklusif melaksanakan demonstrasi sebelum pertandingan menyentuh babak kedua. Para ultras mengurubungi pintu masuk ke ruang ganti meminta semua pemain mencopot seragam bahkan hingga kaus kaki, yang berdasarkan mereka para pemain tidak pantas berseragam Genoa. Hanya satu pemain yang berani melawannya, yakni Giusseppe Sculli.


Ketika Para Pemain Menangis Ketakutan, Sculli Maju Dengan Berani Secara Sendirian


 tentu biasa saja bagi seorang pesepak bola Menyandang Darah Mafia di Sepak Bola


Siapa yang tidak takut ketika mendapat teror? Para punggawa Genoa di tahun 2012 yang tentu terlibat kala dibantai Siena di sangkar sendiri niscaya dapat menggambarkan rasa takutnya. Bahkan, banyak pemain yang menangis dan ketakutan ketika para ultras tersebut meneror. Sculli yang mempunyai darah cecunguk dengan berani menyampaikan “Jersey ini milik saya, saya tak akan memperlihatkan kepada kalian!”


Sontak hal tersebut menciptakan para ultras menurunkan nyali sehingga mundur secara teratur. Lewat insiden tersebut banyak yang memuji keberanian Sculli dalam menghadapi kondisi genting semacam itu. Media Italia, Corriere dello Sport bahkan menciptakan satu kolom liputan mendalam secara pribadi perihal dirinya. Ternyata dibalik keberaniannya, ada satu faktor yang membuatnya berani, yakni lingkungan cecunguk Ndrangheta, cecunguk pimpinan kakeknya yang mempunyai efek terbesar di dunia.


Sosok Morabito Memiliki Kekuasaan Hingga ke Berbagai Belahan Dunia


 tentu biasa saja bagi seorang pesepak bola Menyandang Darah Mafia di Sepak Bola


Sebagai buronan cecunguk di Italia, tentu saja Morabito mempunyai efek besar. Terutama dalam alur perdagangan yang biasa dijalankan mafia, yakni narkotika. Seperti penyelundupan kokain, ganja, dan heroin dalam jumlah besar. Mafia Ndrangheta, mempunyai jaringan dari Italia hingga Balkan untuk jalur perdagangan, menyerupai pembangunan rute penyelundupan narkoba yang diperluas hingga ke Argentina, Kolombia, Lebanon, Maroko, dan Venezuela. Mafia Ndrangheta pun bekerja sama dengan Cosa Nostra salah satu cecunguk yang ditakuti di tempat Sisilia. Seperti dilansir di media Italia, melalui penjualan narkotika kakek dari Sculli mendapat laba 24,2 milliar euro.


Meninggalkan Keluarga Demi Karir Sepak Bola yang Dicita-citakannya


 tentu biasa saja bagi seorang pesepak bola Menyandang Darah Mafia di Sepak Bola


Memang demi impian terkadang seseorang mesti meninggalkan orang yang dicintainya. Karena dalam perjuangan, memang harus ada yang dikorbankan, salah satunya keluarga. Hal itu pun diamini oleh Sculli ketika meninggalkan keluarga di Calabria menuju Turin. Salah satu cita-citanya ialah menjadi punggawa tim terbesar di kota Turin yakni Juventus.


Bakatnya pun terendus oleh tim Juventus, apa lagi dirinya bergabung dengan tim U-15 Italia. Pada tahun 1999 namanya sudah dipromosikan masuk ke dalam skuad senior Juventus. Namun naas, dirinya selalu dipinjamkan ke tim lain menyerupai Crotone. Meskipun begitu namanya tetap bersinar di nasional, sehingga Sculli pun dipanggil tim nasional U-21 Italia.


Menyandang Gelar Spesial Ternyata Tak Membuatnya Bersinar, Tetapi Malah Terjerat Skandal


 tentu biasa saja bagi seorang pesepak bola Menyandang Darah Mafia di Sepak Bola


Aksi manisnya di lini depan Italia U-21, menciptakan keoptimisan dirinya di sepak bola semakin meningkat. Gelar wonderkid pun, tetap menempel dan tidak berkarat. Apa lagi ia digadang-gadang menjadi penyerang masa depan Italia. Terlebih ketika para pengamat percaya, berhasil mengoleksi 9 gol dari total 25 pertandingan yang dilakoninya bukanlah hal yang mengecewakan.


Tetapi kegemilangan itu sirna Bung. sewaktu dirinya pada animo 2001-2002 terlibat dalam pengaturan skor di Serie B sewaktu dipinjamkan ke Crotone. Setelah ketika itu nama Sculli pun sirna dari pengamat sepak bola Italia. Lebih sakitnya lagi, ternyata yang menjadi dalang ialah kakeknya sendiri yakni Morabito.


Skandal Terus Mengakar, Apa lagi Ketika Dirinya Berkumpul Dengan Kelompok Kriminal


 tentu biasa saja bagi seorang pesepak bola Menyandang Darah Mafia di Sepak Bola


Setelah terlibat skandal, ia pun tak pernah mendapat tempatnya di Juventus. Meskipun ia kembali di tahun 2005 ke tim berjuluk si nyonya tua, tetapi ia kembali dipinjamkan selama dua animo ke Messina dan Genoa. Hingga akhirnya, pada tahun 2007 ia resmi secara permanen pindah ke Genoa.


Kontroversi nampaknya tak dapat menjauhi cucu cecunguk satu ini, jawaban terlahir di lingkungan yang kerap terlibat kriminal. Otomatis menciptakan dirinya bersahabat dengan skandal, Sculli terlibat pengaturan skor dengan Lazio dan Lecce di tahun 2011. Hal yang makin meyakinkan tim penyidik ketika beredar foto-foto keakraban Sculli dengan Safet Altic, kelompok kriminal Serbia yang sering terlibat pengaturan skor di kancah sepak bola Eropa. Kini diumurnya yang hampir kepala empat, Sculli tetap bermain bola di sebuah klub amatir Italia berjulukan Accademia Pavese, dan masih pula menyandang darah cecunguk di sepak bola.