Tak Perlu Merasa Bau Tanah Saat Patah Hati Di Umur 25

Posted by Ganas003 on Oktober 25, 2019 in

Kata siapa dikala sudah berumur 25, orang tidak sanggup patah hati? Dan siapa bilang jika patah hati di umur 25, terlalu tua? Sejatinya patah hati tidak mengenal usia. Siapa saja yang sedang jatuh hati dengan lawan jenis, disitu pula ada potensi terluka yang selalu mengiringi. Bahkan, lelaki menyerupai Bung sanggup pula menjadi korbannya.  Patah hati mungkin menjadi hal yang ditemui dikala masa puber dan beranjak dewasa, namun dikala Bung masih saja mendapatkannya diumur yang sudah tak terlalu muda menyerupai 25, jangan berkecil hati, alasannya ialah itu hal yang wajar-wajar saja.


Bahkan hal itu baik pula bagimu Bung, alasannya ialah patah hati ialah proses dimana pria sanggup introspeksi diri dan mencoba senang dengan caranya sendiri. Meskipun insan diciptakan berpasang-pasangan, terkadang letak kebahagiaan ada di dalam pribadi yang menyenangkan. Siapa tahu dikala Bung menumbuhkan diri menjadi pribadi yang menyenangkan, wanita banyak yang tiba meminta berkenalan.


Umur 25 Tidak Terlalu Tua Untuk Merasakan Pahitnya Jatuh Hati


 Dan siapa bilang jika patah hati di umur  Tak Perlu Merasa Tua Ketika Patah Hati di Umur 25


Kalau berani jatuh cinta mesti punya nyali pula untuk patah hati, begitu orang bijak menawarkan petuah soal jangan terlalu senang soal cinta. Yap, petuah itu ada benarnya Bung. Karena setiap hal niscaya ada plus dan minusnya. Banyak juga yang menyampaikan jika patah hati ialah hal yang dialami perjaka semasa remaja, itu juga tak sanggup disalahkan. Tetapi tidak ada yang berani jamin juga dikala sudah remaja menyerupai usia 25, Bung tidak mencicipi lagi pahitnya patah hati.


Lagi pula, Bung juga tak sanggup dikatakan sudah terlalu bau tanah untuk mengalami sembilu di hati. Bahkan, Bung lebih beruntung daripada mengalami kegagalan ini sesudah berumah tangga. Makara syukuri saja, siapa tahu ini cobaan dari Tuhan semoga Bung lebih mantap dalam mengarungi asmara.


Bung Tidak Merasakan Hal Ini Sendiri, Bisa Makara Ada Pula Kandidat Lain yang Sama-sama Merasakan Pahitnya Jatuh Hati


 Dan siapa bilang jika patah hati di umur  Tak Perlu Merasa Tua Ketika Patah Hati di Umur 25


Jangan pernah juga Bung menyepelekan soal patah hati sebagai siklus yang memang bakal terjadi pada setiap manusia. Karena patah hati juga sanggup berdampak kematian. Nicholas A. Christakis dari Universitas Harvard dan Felix Elwert dari Universitas Wisconsin– Madison memberikan bahwa ada korelasi antara kekerabatan sosial dan kesehatan. Berdasarkan penelitiannya, diketahui bahwa perpisahan kedua orang yang saling menyayangi sanggup mengakibatkan kematian. Bahkan ada nama ilmiahnya yakni widowhood effect.


Bung juga tidak perlu bersedih hati atau takut, alasannya ialah niscaya ada teman yang sanggup menghibur hati. Toh Bung tidak sendirian menanggung rasa sakit di dada yang menghimpit asmara. Meskipun berbahaya, Bung damai saja, alasannya ialah ini masih sanggup ditangani kok. Jangan pribadi kepikiran untuk mengakhiri menyerupai Romeo, alasannya ialah tentu saja Bung tidak setampan dirinya.


Selalu Percaya, Kalau Masih Ada Cahaya Di Ujung Sana


 Dan siapa bilang jika patah hati di umur  Tak Perlu Merasa Tua Ketika Patah Hati di Umur 25


Bung harus percaya, menanggung sakit hati alasannya ialah ditinggalkan orang yang dicinta itu bukan simpulan dari segalanya. Karena niscaya bakal ada penggantinya. Ada si nona lain yang mungkin lebih unggul dari sebelumnya, yang menunggu di ujung jalan sana kolam sebuah cahaya. Dan jangan pula Bung meratapi dikala Bung sanggup tertarik kepada seseorang yang meninggalkan atau pun menolakmu Bung, alasannya ialah itu sama saja Bung meratapi selera Bung sendiri. Menyesali hal itu, tentu terasa menggelikan. Selain itu, tak mungkin juga Tuhan tidak memberikanmu jodoh di dunia, alasannya ialah itu niscaya ada kok Bung.


Jangan Terlalu Pusing Soal Jodoh, Karena Bung Bisa Menjadi Orang yang Bodoh


 Dan siapa bilang jika patah hati di umur  Tak Perlu Merasa Tua Ketika Patah Hati di Umur 25


Halah, buat apa Bung memusingkan soal jodoh. Tidak perlu juga Bung merasa terdesak dikala melihat kerabat atau beberapa teman di Instagram sedang asik memerkan kemesraan di pelaminan. Itu hanyalah sebuah ajang pamer semu demi menarik perhatian, terutama dari orang menyerupai Bung yang terpicu pada soal itu. Jodoh ialah diam-diam Tuhan yang bakal diberikan dikala Bung sudap siap untuk menerjang mahligai rumah tangga. Saat Bung merasa sendiri dikala diputus sang kekasih, jangan menciptakan Bung menjadi orang terbelakang dengan memikirkan sedang apa jodohku hari ini.


Meski Si Nona Sudah Berjanji Sehidup Semati, Bukan Berarti Dia Itu Adalah Belahan Jiwa Sejati


 Dan siapa bilang jika patah hati di umur  Tak Perlu Merasa Tua Ketika Patah Hati di Umur 25


Setiap orang sanggup berjanji, tetapi mereka yang berjanji belum tentu bakal bertahan hingga mati. Janji hanya sebuah bumbu percintaan, yang sanggup berubah bahkan sebatas spekulasi untuk masa depan. Si nona telah membisikan bahkan bakal selalu ada dan setia. Tetapi jangan Bung masukkan di hati, alasannya ialah jika tidak terjadi Bung bakal patah hati (lagi).


Alangkah baiknya jalani saja, sembari melihat apakah komitmen yang sangat vokal diutarakannya ialah sesuatu yang benar-benar nyata. Ketika Bung tidak melihat semua buktinya, Bung terperinci bakal patah hati alasannya ialah merasa dibohongi. Lewat insiden tersebut, Bung diajarkan bahwa untuk mencari pasangan tidak gampang, dan Bung harus selektif lagi terutama soal kepribadian, bukan fisik yang menarik hati.